Jumat, 10 Agustus 2012

SMNK 3 BOYOLANGU Laksanakan GNIB.

          SMKN 3 BOYOLANGU, menyambung dari kegiatan MOS 2012/2013 yang dilakukan selama 5 hari yang dimulai dari Pra-MOS selama  2  hari yaitu tanggal 7-8 Juli 2012 dan diteruskan dengan MOS selama 3 hari yaitu tanggal 9-11 2012 peserta MOS tahun pelajaran 2012-2013 beserta panitia melakukan kegiatan GNIB (Gerakan Nasional Indonesia Bersih) yang bekerja sama dengan BLH (Badan Lingkungan Hidup) Kabupaten Tulungagung yang dilakukan tanggal 13 Juli 2012 dimulai dari Jln.Ki Mangun Sarkoro No 48 (SMKN 3 Boyolangu) sampai ke Alun-Alun Kabupaten Tulungagung (Taman Kusuma Wicitra).                      
          Peserta MOS dan panitia selama perjalanan menuju ke Alun-Alun Tulungagung membersihkan,menyapu dan memungut sampah yang ada di sekitar pinggir jalan dengan peralatan yang telah dibawa peserta dari rumah.Kegiatan ini dilakukan atas ide dari Bapak Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung Bapak Winarto untuk tetap peduli dengan lingkungan hidup di sekitar kita,khususnya Kabupaten Tulungagung yang mendapat predikat sebagai kota Adiwiyata . Oleh karena itu,kepedulian kita diperlukan untuk tetap menjaga keindahan,kerindangan,keselarasan lingkungan yang khususnya Kabupaten Tulungagung agar tetap menjadi kota Adiwiyata.
           Kepedulian lingkungan telah ditunjukan oleh siswa dan guru SMKN 3 Boyolangu yang menjadikan SMKN 3 Boyolangu menjadi sekolah Adiwiyata layaknya Kabupaten Tulungagung yang menjadi Kota Adiwiyata. Kegiatan  GNIB yang dilakukan SMKN  3 Boyolangu disekitar Alun-alun Tulungagung ini seketika dapat menyulap area disekitar Alun-Alun Tulungagung ini menjadi bersih. So ingat..tetaplah menjaga keselarasan dan keseimbangan lingkungan agr kehidupan kita dapat terjamin kedepannya beserta generasi penerus kita selanjutnya. Gooo GREEN..!!!!!! daaann SMK BISA ..!!!!!

By : SkaNaGaBTa crew

Senin, 18 Juni 2012

Ponpes Al-Khoirot Malang: Derajat Ikhlas dan Tujuan Amal Ibadah

Ponpes Al-Khoirot Malang: Derajat Ikhlas dan Tujuan Amal Ibadah: Dalam suatu pengajian tentang hikmah saya mendengar bahwa amal yang dilakukan oleh manusia adalah sodakoh Allah kepada manusia sehingga tidak pantas bila kita minta upah.

DAFTAR ISI

  1. Derajat Ikhlas
  2. Tujuan Ibadah Menurut Al-Quran
  3. Kesimpulan
PERTANYAAN

Assalamu'alaikum....

Pengasuh alkhoirot yang terhormat, saya agus raharjo seorang PNS mempunyai pengunek-unek yang ingin sekali jawaban agar hati ini tenang...

Pertanyaan (1) saya adalah bab amal... dalam suatu pengajian tentang hikmah saya mendengar bahwa amal yang dilakukan oleh manusia adalah sodakoh Allah kepada manusia sehingga tidak pantas bila kita minta upah... dst....hal ini sangat merasuk dalam sanubari saya dan saya membenarkannya, karena itu bila meminta adalah karena "ndepe-ndepe"
welas asih, ridho, kemurahan dan RohmatNya...

Pertanyaan (2): Namun dulu saya pernah dengar ada cerita (dalam suatu pengajian ??) bahwa ada sekelompok manusia xang karena terjebak dalam gua (??) maka masing-masing berdoa kepada Allah dengan mendasarkan pada amal mereka masing-masing dan akhirnya mereka bisa terbebas.... cerita inipun membekas pada sanubari saya.... entah karena rendah dan ceteknya pengetahuan saya, kedua nikmat Allah berupa informasi ini menjadikan saya terusik dan butuh pencerahan....

Semoga melalui jawaban para pengasuh alkhoirot Allah menolong saya agar hati ini menjadi tercerahkan... amin
wassalamu'alaikum...

JAWABAN


DERAJAT IKHLAS AMAL IBADAH MENURUT ULAMA TASAWUF

Menurut ulama sufi seperti Rabi'ah Al-Adawiyah, keikhlasan itu terbagi menjadi 3 derajat:

Pertama, beribadah kepada Allah karena mengharap pahala surga dan takut pada siksa neraka.
Kedua, beribadah kepada Allah untuk menghormati-Nya dan mendekatkan diri pada-Nya.
Ketiga, beribadah kepada Allah demi Dia bukan karena mengharap surga-Nya dan bukan karena takut neraka-Nya.

Yang ketiga inilah derajat ikhlas yang tertinggi. Karena, ia merupakan derajat ikhlasnya para siddiqin yaitu orang yang mencacapi keimanan tingkat tinggi.

Dalam ungkapan lain dari ulama sufi disebutkan bahwa orang yang beribadah kerena takut neraka maka itu keikhlasan seorang budak. Sedang yang beribadah karena mengharap surga, maka disebut keikhlasan seorang pedagang.[1]


TUJUAN AMAL IBADAH MENURUT ULAMA NON-SUFI

Beribadah karena cinta pada Allah, seperti pandangan ualam sufi di atas, tidak salah. Akan tetapi mencintai Allah bukan satu-satunya induk yang memotivasi seseorang untuk beribadah dan beramal. Seperti disinggung di muka, beribadah karena berharap pahala, dan karena takut neraka juga termasuk ibadah.

Dalil tujuan ibadah menurut Al-Quran adalah sebagai berikut:

1. QS Al-A'raf 7:55 ادْعُواْ رَبَّكُمْ تَضَرُّعاً وَخُفْيَةً
Artinya: Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.

2. QS Al-Anbiya' 21:90 إِنَّهُـمْ كَـانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَ يَدْعُونَنَا رَغَباً وَرَهَباً وَكَانُـوا لَنَا خَاشِعِيـنَ
Artinya: Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepada nya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.

3. QS Al-Anbiya' 21:28 وَهُم مِّنْ خَشْيَتِـهِ مُشْفِقُــونَ
Artinya: .. dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.

4. QS An-Nahl 16:50 يَخَافُونَ رَبَّهُم مِّن فَوْقِهِــمْ وَيَفْعَلُــونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Artinya: Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).


KESIMPULAN

Dua hal yang tampak tidak sama yang pernah Anda dengar dalam dua kesempatan berbeda sebenarnya serupa tapi dari sudut pandang yang berbeda. Yang pertama adalah pandangan ulama tasawuf (sufi) yang cenderung melihat pada hal yang esoteris (batin) sedang yang kedua adalah pandangan syariah. Pandangan kedua ini lebih mudah difahami dan lebih sesuai dengan dalil nash Al-Quran dan hadits. Walaupun tidak perlu menganggap pandangan pertama sebagai salah.

Apa yang Anda tanyakan esensinya berkaitan dengan keikhlasan amal ibadah kita di mana keikhlasan terbagi menjadi 3 (tiga) derajat menurut kalangan ahli tasawuf. Namun, keikhlasan level apapun yang kita miliki, asal tujuannya tetap pada Allah, maka kita termasuk kategori mukhlisin atau orang-orang yang ikhlas dalam beramal dan insyaAllah amal ibadah kita diterima dan diridhai di sisi-Nya.

Apalagi, pembagian ikhlas ke dalam 3 kategori ini ditentang oleh sebagian ulama karena tidak ada dasar dari Quran atau hadits sahih dan dianggap mengada-ada. Artinya, beramal ibadah yang ikhlas tidaklah perlu serumit itu. Niatkan karena Allah dan lakukan amal dan ibadah untuk kemasalahan diri sendiri dan umat manusia.

Untuk soal tawassul dengan amal (seperti kasus orang dalam gua) lihat pembahasannya di sini!

--------------------
CATATAN DAN RUJUKAN

[1] Teks bahasa Arabnya sebagai berikut:

أن مراتب الاخلاص ثلاث:

الاولى: أن تعبد الله طلبا للثواب وهربا من العقاب،
الثانية: أن تعبده لتتشرف بعبادته والنسبة إليه،
والثالثة: أن تعبد الله لذاته لا لطمع في جنته ولا لهرب من ناره - وهي أعلاها - لانها مرتبة الصديقين
Ikuti info terbaru Alkhoirot.net via Email Gratis. Klik di sini!

.

IPTEK

Tahukah Kamu...??

Apa yang Terjadi di Internet Selama 60 Detik?
Apa yang terjadi jika kamu tidak terkoneksi dengan internet selama 60 detik? dan apa saja yang ter-update hanya dalam kurung waktu 1 menit tersebut? dan inilah beberapa hal yang akan kamu lewatkan hanya dalam 1 menit :
• 1500+ postingan di blog
• 98,000 twit terbaru
• 12,000 iklan terbaru di craiglist
• 20,000 postingan terbaru di Tumblr
• 600 video terbaru di Youtube
• 70 Domain Didaftarkan
• 13,000 Aplikasi iPhone telah diunduh
• 320 Akun Twitter terbaru
• 100 Akun Linkedin terbaru
• 6,600 Foto dipublish di Flickr
• 125 Plugin WordPress terunduh
• 50 Core WordPress terunduh
• 79,364 Wall terkirim di Facebook
• 695,000 Status Facebook diupdate
• 510,040 Komentar muncul di Facebook
• 1,700 Aplikasi Mozilla Firefox terunduh


• 694,445 kata dicari di Google
• 168 Juta Email terkirim
• 60 Blog terbaru dibuat
• 40 Pertanyaan di Yahoo answer dan 100 jawaban diberikan
• 1,600 Orang Membaca di Scribd
• 1 Kata terdefinisi di Urban Dictonaries
• total 370,000 menit telepon di Skype
• 13,000 jam musik streaming di Pandora
Seperti itulah yang terjadi di internet selama 60 detik, dan kamu sekarang telah tahu kenapa 1 menit begitu berharga di dunia maya.

By: Ahmad Tri Fadhila
Class: TMP 1

English corner

Concert and Morality

        We all know that on 3 June 2012 an international singer, Lady Gaga has scheduled to have concert in Jakarta. But unfortunately, the rumors told that concert would be cancelled. It happens because of refusing from some mass organizations such as FPI.
        They thought that her songs spread satanism, mockery to other religion thus it can give bad influence to young generation. Another opinion said the way she dresses up is too sexy, vulgar it doesn’t suit for Eastern culture. And it can cause degradation in moral of Indonesia’s youth generation. So that, the mass organizations ask the police not to permit her to have concert in Indonesia. It’s ironic, isn’t it?
       Whereas it still can be talked with the artist’s management, promoter and artist itself. We can do like other countries ever did such as South Korea, Malaysia,and Singapore.
Those countries made strict rule about the costume that must have obeyed by the artist. So, the concert still could be held.
       Because concert is just a concert, it is part of entertainment. It may bring happiness, new experience also satisfaction in human’s life. Therefore, we must be able to think more wisely and see a problem in different point of view.
Moreover,is it true that cancellation of a concert can prevent degradation in moral of Indonesia’s youth generation???
       Oohh, come on... open your eyes and mind!! Actually without its concert, decline of morality has already happened in this country! Should one’s concert be blamed and banned just because of unreasonable reasons? It’s time for us to be an open-minded person.

Dampak Perkembangan Teknologi


UNTUK KITA RENUNGKAN
SIFAT  ANY WHERE  ANY TIME TEKNOLOGI INFORMASI MEMBUAT  YANG JAUH  MENJADI  DEKAT, AKANKAH  YANG  DEKAT  MENJADI JAUH………………………………

Renungan (Galau)
            Sejak telepon bisa masuk saku baju dan komputer dapat digenggam kemana-mana, dunia seolah elastis dan dapat dilipat hingga mampu mengatasi jarak dan waktu. Any where any time, yang jauh menjadi dekat, dunia serasa dalam genggaman. Ironisnya yang dekat malah menjadi semakin jauh tak terjangkau,benarkah fenomina tersebut anda rasakan juga?
Dalam keseharian aktifitas, sering handpone yang pertama dan terahir menyapa dan menemani ketika kita bangun ataupun menjelang tidur dengan mengirim atau menerima pesan,memperbarui status di jejaring sosial,membaca berita yang disuguhkan  pada laman surat kabar online dari berbagai belahan dunia,benar adanya bahwa kemajuan teknologi membuat dunia ada dalam genggaman.Tidak jarang dijumpai tatkala sebuah keluarga ada di ruang keluarga,suami,istri,dan anak-anak berkumpul dengan senda gurau yang terdengar harmonis…..realitanya mereka tertawa sendiri,bicara sendiri,dan senyum-senyum sendiri dengan menghadap laptop,i-pad, atau menggenggam hp masing-masing,  tengah asyk terhubung dengan teman-temanya di dunia maya melalui perangkat mungil TI. Mereka  suami,istri dan anak-anak yang berjarak dekat , sangat dekat malah terasa jauh,jauh sekali tanpa kata tetapi yang jauh bahkan belum pernah bertatap muka malah terasa dekat,teramat dekat.Sampai-sampai anak sedang istirahat dikamar,di rumahnya sendiri , seorang ibu enggan untuk mencari ke kamarnya atau ke tetangga apalagi  memanggil tapi lebih memilih mengirim pesan singkat,”Son pss dmn,ibu da penting bls gpl” nah pesan singkatnya saja juga begitu singkat,lalu kapan bisa bicara banyak memberikan arahan hidup pada si buah hati?. Like and dislike,kita  tak bisa memungkiri kenyataan bahwa ponsel punya andil besar membuat orang mabuk kepayang,lupa diri,lupa lingkungan sekitar,bahkan lupa dengan keluarga.Khusus bagi kawula muda usia sekolah,cobalah dijawab sendiri (cukup dalam hati) berapa persen waktunya digunakan untuk belajar, berapa persen untuk ponsel kesayanganya (termasuk ketika bersama keluarga atau teman tapi sebenarnya sedang bersama ponsel).Tidak sedikit dari kita  yang lebih senang berkomunikasi tak tentu arah (baca:gosip ria) di jejaring sosial atau lebih akrap dengan orang-orang baru yang kita kenal di dunia maya daripada berkomunikasi dengan teman atau keluarga yang sedang dihadapan kita. Dalam keseharian juga sudah terjadi degradasi tata krama dengan tetap mengoperasikan ponsel ketika sedang bertamu,bicara  dengan orang tua,juga dengan teman-temannya dan celakanya lama-lama dianggap hal tersebut sebagai hal biasa. Tidak mengherankan media massa sering mengabarkan kasus perselingkuhan,penculikan dan kejahatan lainya yang berawal dari perkenalan via dunia maya.Bahkan tetangga kita sering ganti ponsel bukan karena hilang atau kecurian tetapi dijatuhkan (dibanting) suami atau istrinya lantaran sms nyasar atau miiscal dengan nomor pribadi.Jangan lupa banyak kejadian tragis di jalan raya hanya oleh sebab  tak mau jauh-jauh dari ponsel ketika  sedang berkendara.
Disisi lain kehadiran ponsel dan perkembangan TI juga menjadi hal yang mengagumkan,melahirkan banyak kebaikan. TI sangat berjasa dalam menyediakan sumber belajar, kecepatan penyebaran berita,termasuk dalam membangun solidaritas untuk mendorong tegaknya keadilan. Kasus Prita beberapa lalu adalah contoh nyata bahwa gerakan solidaritas bisa tumbuh dengan cepat dalam hitungan hari bahkan jam dalam jejaring sosial melalui ponsel dan sejenisnya yang dapat diikuti perkembangannya dengan mudah dari rumah,kantor bahkan dalam perjalanan sekalipun.Satu dasa warsa terakhir  Indonesia ponsel memang memboming,ponsel tiba-tiba menjadi peralatan yang paling diminati dan dibutuhkan bagi semua orang,dari pejabat,sampai tukang sayur, dari orang tua sampai anak-anak. Ponsel sudah tidak lagi menjadi barang mewah, bermerk atau tidak, yang mahal atau yang murah hampir tidak bisa dibedakan dan memang tidak menjadi kepedulian orang,yang penting bisa digunakan (ada pulsanya).
Fenomena TI yang tertuang dalam peralatan canggih dan cantik tersebut adalah maha karya dari peradapan manusia yang tidak terelakan sebagai bagian dari sebuah siklus peradapan, seperti yang pernah dicatat oleh para pemikir dan sejarawan manusia.  Edwart Gibbon menulis “Dectine and Fall of Roman Empire” hingga 6 edisi pada tahun 1776-1788. Di abad modern ada Arnold J Toynbee dalam “A Study of History” pada tahun 1955. Secara umum menjelaskan bahwa setiap peradapan melahirkan manusia-manusia istimewa yang membawa perubahan. Namun satu hal yang harus kita sikapi bahwa siklus peradapan atau apapun namanya jangan membuat kita terpuruk dan tenggelam menjadi korban dari perubahan tersebut,jadilah sebagai the winner yang tentunya dengan tetap mengedepankan imtaq  agar tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai budi pekerti. Do you agree?

Penulis : Mr.sbg.
Sumber: TYS,Teknologi harus diimbangi kearifan,Kompas,Rabu 8 Juni 2011

Cerpen_Bapak Juga Sekolah


“BAPAK JUGA SEKOLAH”
                Setiap pembagian rapor, Lanty merasa tidak khawatir. Demikian juga Tysar. Mereka berdua tak pernah khawatir nilainya terlalu rendah -waktu Tysar pernah tinggal kelas, tapi tak khawatir pernah merasa tak enak untuk soal angka. Satu-satunya  alas an khawatir Lanty dan Tysar ialah rapor harus diambil orang tuanya.
                Lanty kasihan melihat Bapak mengambil hasil rapor. Ia harus menyediakan wakyu khusus. Dan Bapak  -sebenarnya, Tysar juga tahu-  lebih suka bekerja. Bagi mereka sekeluarga tak ada waktu paling bagus selain untuk bekerja . Itulah taruhan utama kalau ingin tetap bertahan hidup.
Lagi pula kalau Bapak datang selalu tampak paling lusuh. Bajunya putih kedodoran dengan celana yang kian kusut dari tahun ke tahun. Topinya makin belang belonteng. Sangat kontras dengan orang tua siswa lainnya. Bahkan. Kadang dibandingkan dengan sopir pun, Bapak kalah jauh kementerengannya.
Belum lagi, kalau misalnya, harus menjawab mengapa bayaran sekolah belum lunas. Atau menjawab bahwa kali ini belum bisa melunasi iuran.
                Kalau orang tua yang lain datang dengan kendaraan yang mewah –Tysar sering heran ternyata banyak mobil di desa mereka –Bapak hanya mempunyai ada dua pilihan. Kalau tidak jalan kaki ya naik becak kendaraan “dinasnya”.
                 “Aku berharap cepat gede. Jadi, bisa mengambil rapor sendiri.” Kata Lanty.
                “Gedemu masih lama. Aku saja belum,”jawab Tysar sengit.
                “Kasihan Bapak.”
                “Habis siapa yang mengambil rapor?”
                 Emak?
Ya, pernah terfikir oleh Lanty. Bukan Emak tidak apa-apa kalau jalan atau naik omprengan? Tetapi Tysar bisa berrfikir jauh. Kalau Emak yang datang, persiapannya harus lebih banyak.
Terang Emak tak mungkin datang ke sekolah dengan pakaian sehari-hari seperti kalau membuat kripik singkong. Bagaimanapun emak juga harus memakai baju. Gaun, atau kain yang bersih. Belum lagi selendang, sepatu, ataupu juga bedak.
                “Enakan kalau mengambil rapor setahun sekali,” kata Lanty mengeluarkan gagasannya.
                “Memang sekolah kamu sendiri ! itu sudah peraturan.”
                “Ya sudah, Bapak saja yang mengambil.”
                Memang. Bapak sendiri memutuskan untuk mengambil.
                “Peraturan itu dibuat untuk kepentingan kita juga,” kata Bapak malam harinya. “Supaya saya sebagai orang tua bisa mengerti apa yang terjadi di sekolah. Berat atau tidak berat, harus Bapak lakukan.”
                “Besok abah ke sekolah?”
                “Ya.”
                “Bawa Becak?”
                “Ya. Kenapa?”
                Lanty tidak menjawab. Tysar tidak menjawab. Tiawan tidak menunggu.
                “Malu ya kalau Bapak bawa becak?”
                Lanty mengeleng, cepat.
                “Tiawan ikut Pak?” Mata Bapak menatap Tiawan.
                “Tidak.”
                “Huu,” menggerutu Lanty.
                “Ya, kita tidak malu kalau hanya bisa pakai becak. Kita tidak merugikan siapa-siapa. Jadi, kenapa harus malu? Tak usah malu, asal tidak malu-maluin,” suara Bapak tetap tenang. Tidak terpengaruh.
                Pemunculan Bapak di sekolah memang tidak terpengaruh. Seperti telah diduga oleh Lanty, yang pada saat hari itu terpaksa Tiawan ikut –dan Emak khawatir tak ada yang menjaga Tiawan. Hanya saja, Lanty tak membawa kripik singkong.
                Sejak Ayah-ayah temannya Lanty datang, Lanty menyadari bahwa mata orang tua teman-temannya, orang tua teman-temanya Tysar, memandang kearah becak. Pandangan mereka diartikan kurang enak bagi Lanty.
                “Nanti kalau hujan  kamu kehujanan,”Kata Aldi.
                “Kan bisa di tutup,” jawab Lanty yang di ulang Tiawan.
                “Tapi plastic begituikan masih bisa basah.”
Lanty tidak bisa menjawab.
“Kalau bawa becak seperti ini setorannya berapa Lan?”
Lanty tidak menjawab karena tidak tahu. Tapi Tiawan menjawab meskipun tidak tahu.
“Seratus.”
“Seratus? Murah sekali.”
“Tidak. Tidak seratus,” ralat Lanty.
Aldi mengangguk.
“Tiawan boleh nyanyi tidak?”
“Hooo maunya menyanyi melulu. Ini buka perayaan.”
Tiawan tampak kecewa.
Sementara itu  teman-teman yang lain merubung. Ada yang membawa roti, ada yang membawa makanan, es krim dan ada pula yang membawa hp bagus-bagus. Lanty makin kikuk. Kecewa. Tiawan juga –meskipun sebabnya berbeda.
“Sudah main sana, jangan dekat-dekat.”
Tapi yang datang malah makin banyak.
Baru perhatian semuanya teralih ketika ada rombongan orang asing datang. Badannya tinggi, kulitnya putih, dan rambutnya pirang. Tiga orang berbicara yang tidak bisa dimengerti. Semuanya merubung. Semua mengelilingi. Orang asing itu berbicara tapi tidak ada yang bisa menjawab. Orang asing itu tampak kesal, tapi tak ada yang mengerti.
                Orang tua yang ada juga melihat. Barulah kemudian Lanty melihat Bapak  berdiri, mendekati dan kemudian mengajak berbicara. Ketiga orang asing itu tampak sangat gembira. Ia menunjukkan kejadian itu pada Tiawan.
“Lihat Bapak bisa bebicara dengan mereka.”
“Tiawan juga bisa. Heh hoh heh, gud be, yes papa…. Tiawan terus menyerocos seperti yang di dengar kurang jelas dari siaran televisi.
Bapak menjawab, menerangkan dan kemudian pergi diikuti ketiga orang asing. Semua mengikuti sampai ujung jalan. Mereka menuju ke sebuah mobil yang mogok.
“Ada apa, Pak?”
“Mereka bertanya di mana ada bengkel mobil yang terdekat.” Jawab Bapak  sambil mengelus Lanty. Bapak mengenalkan kepada ketiga orang asing tersebut. Demikian juga Tiawan. Tiawan tertawa dan heh-hoh-heh serta yes pa. ketiga orang asing tersebut itupun ikut tertawa.
Bapak membuka kap mobil, mengutak-atik sebentar. Lalu kembali ke belakang  kemudi. Menghidupkan mesin. Mengulang lagi. Mencopot beberapa bagian. Menyambung lagi. Menghidupkan mesin lagi. Menyalakan kembali.
Dan mobil itu mesinnya hidup lagi!
Bapak menerangkan sedikit, ketiga orang asing tersebut manggut-manggut berterima kasih dan memberikan sesuatu kepada Bapak. Bapak menolak, tersenyum lalu kembali ke dalam.
Lanty dengan perasaan bangga menggandeng tangan Bapak.
“Bapak pintar sekali ya.”
“Bapak dulu sekolah,” jawab Bapak.
“Nanti Lanty diajari ngomong bahasa inggris ya, Pak!”
Bapak mengelus rambut Lanty.
Lanty makin bangga.
Hanya Tiawan yang masih terus memandang ketiga orang asing hilang di jalan raya. Mungkin saja ia berfikir: kalau Bapak menolak pemberian kenapa tidak diberikan pada saya?.

By:Wulansari (XI TEI 2)

Minggu, 17 Juni 2012

Puisiku


ADA SENYUM MENANTI

Ada sesuatu yang indah diluar sana
Dapatkah kau dengar
Getaran yang menakjubkan hati
Dia berselimutkan langit dan angin
Coba kau rasakan
Kelembutan melodinya
Dia ada untuk kita
Jadikan hidup ini lebih bermakna
Ketika dunia tak kluarkan suara
Jangan pernah berhenti bernyanyi
Bawa semua angan dan harapan
Lewat nada
Ketika dunia acuhkan dirimu
Jangan ragu nyatakan sikapmu
Beri keyakinan dalam jiwa
Percayalah masih ada
Senyum menanti


 By : Endic.
Class :  TKR 1

Senin, 04 Juni 2012

Pemanasan Global


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Anomali suhu permukaan rata-rata selama periode 1995 sampai 2004 dengan dibandingkan pada suhu rata-rata dari 1940 sampai 1980
Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.
Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.
Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.
Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrem,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.
Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.

Daftar isi